Penulis : Herlina

Latar Belakang

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Secara umum SMA IT Granada memiliki potensi yang begitu besar baik. Dari segi letak geografisnya Samarinda merupakan Ibu Kota Kalimantan Timur dengan fasilitas pembelajaran yang cukup lengkap mulai dari Perpustakaan kota dan Provinsi, akses internet yang lancar, lembaga-lembaga pendidikan ternama baik dari SD hingga Universitas berakreditasi A, dan sumber-sumber belajar lainnya.

Dari segi potensi internal para peserta didiknya dirasa berasal dari latar belakang orang tua yang cukup mapan dari segi materil. Hal tersebut membuat siswa cukup mudah mengakses segala bentuk apa yang diinginkan termasuk dalam hal fasilitas pembelajaran.

Latar belakang kegiatan praktik ini dilakukan karena ditemukan sesuai dengan LK 1.4 yaitu guru kurang kreatif dalam mengajar di kelas dan peserta didik tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut kemudian memunculkan masalah dalam lingkup pendidikan di SMA IT Granada yang kemudian berimbas kepada hasil belajar yang kurang optimal.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah di awal pembelajaran masalah yang dihadapi adalah :

  1. Rendahnya motivasi peserta didik
  2. Peserta didik kurang aktif
  3. Guru belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif
  4. Kurangnya penggunaan metode pembelajaran berbasis eksperimen

Tantangan yang saya hadapi  adalah :

  1. Kondisi kelas yang tidak termotivasi untuk memahami konsep lebih mendalam serta keaktifan peserta didik kurang terlihat.
  2. Menentukan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi kelas.
  3. Kemampuan guru dalam merencanakan dan menerapkan model pembelajaran.

Pihak yang terlibat dalam penelitian ini :

  1. Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan pembelajaran PPL
  2. Peneliti sebagai guru
  3. Siswa kelas XII IPA B SMA IT Granada
  4. Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan ini

Langkah Aksi

  1. Melakukan diskusi di tingkat kelompok belajar bersama rekan rekan guru, peserta PPG , Dosen dan guru pamong untuk menemukan solusi permasalahan. Dalam diskusi tersebut saya dan teman teman di arahkan untuk memfokuskan titik pemecahan permasalahan yang berbasis pada guru.
  2. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, saya kemudian memutuskan untuk mencoba meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model problem based learning berbasis eksperimen pada pembelajaran reaksi sel elektrolisis.( PBL )
  3. Merencanakan tindak lanjut berupa menyusun RPP dan instrumen-instrumen.
  4. Menyiapkan Bahan materi pembelajaran serta Lembar aktivitas.
  5. Menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran: infokus, gawai dan laptop, alat praktikum untuk materi reaksi sel elektrolisis.
  6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Proses Kegiatan :

  1. Pada kegiatan ini memilih materi Reaksi Sel Elektrolisis dengan KD 3.6 Menerapkan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday untuk menghitung besaran-besaran yang terkait sel  elektrolisis.
  2. Pada kegiatan pendahuluan peserta didik disampaikan tujuan pembelajaran dan evaluasi apa saja dalam pembelajaran tersebut.
  3. Pada kegiatan Inti orientasi masalah. Disajikan video proses pembuatan logam natrium, kemudian guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkenaan dengan orientasi materi/ masalah.
  4. Selanjutnya pada fase mengorganisasi peserta didik dibentuk kelompok dan berdiskusi berkenaan dengan masalah yang telah ditayangkan.
  5. Guru memonitoring dan membimbing peserta didik dalam memecahkan masalah dengan cara melakukan eksperimen.
  6. Pada fase menyajikan hasil karya, peserta didik bersama kelompoknya melakukan presentasi hasil pengamatan praktikum dan menjawab pertanyaan LKPD.
  7. Selanjutnya peserta didik mengevaluasi hasil pengerjaan kelompok mereka dengan menukar dengan hasil kelompok lain untuk di uji hasil
  8. Terakhir peserta didik bersama guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran hari tersebut.
  9. Penutup

Hasil Refleksi

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan antara lain:

  1. Peserta didik mendapatkan pengalaman baru, proses pembelajaran yang biasanya hanya mendengarkan guru ceramah (teacher centered). Kali ini kegiatan pembelajaran menuntut peserta didik lebih aktif sehingga pengalaman belajar peserta didik lebih tertanam.
  2. Pemilihan media pembelajaran berbasis IT dengan menampilkan video pembelajaran dan power point pada LCD proyektor lebih menarik bagi peserta didik sehingga dapat membuat peserta didik lebih fokus dan lebih memahami pelajaran yang diberikan. Selain itu dengan menggunakan LKPD dapat merangsang peserta didik dapat berfikir kritis, melatih disiplin, tanggung jawab serta sikap percaya diri sehingga proses belajar lebih menyenangkan, sedangkan bagi guru penggunaan media berbasis IT membantu guru menyampaikan materi lebih mudah dan kegiatanya tidak monoton.
  3. Pemilihan model pembelajaran problem based learning dapat membantu peserta didik meningkatkan kemampuan berfikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok, karena pada saat belajar peserta didik merumuskan masalah sendiri, melakukan literasi, bekerja kelompok, mencari informasi, melakukan diskusi, mempresentasikan hasil kelompok, samapi membuat kesimpulan sehingga peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan barunya. Hal ini bisa terlihat dari hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan.

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan

  1. Respon dari kepala sekolah sangat positif dan mendukung penuh atas kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  2. Rekan sejawat sangat antusias dan ingin melaksanakan hal yang sama karena praktek ini dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
  3. Respon peserta didik sangat senang, soal soal melatih kemampuan berpikir kritis bisa dilihat dari refleksi di akhir pembelajaran.

Yang menjadi faktor keberhasilan antara lain

  1. Dukungan kepalah sekolah, rekan sejawat dan semua pihak yang turut membantu dalam proses kegiatan pembelajaran ini.
  2. Dapat mengantisipasi tantangan yang dihadapi sebelum pelaksanaan PPL
  3. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berdasarkan sintaks model pembelajaran yang digunakan

Ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan :

  1. Situasi dan kondisi yang tidak mendukung (mendekati waktu pelaksanaan Penilaian Akhir Semester)
  2. Pengambilan video yang belum maksimal (pengambilan gambar belum dari berbagai arah)
  3. Penggunaan alokasi waktu yang belum optimal durasi waktu lebih 5 menit

Apa hasil pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

  1. Peserta didik lebih tertarik dan fokus
  2. Pembelajaran lebih bervariasi
  3. Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan
  4. Media pembelajaran lebih inovatif
  5. Proses pembelajaran sehari-hari lebih tertib dan terstruktur.

Kategori: Granada

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *