Oleh Luthfi Hernumurti

Selayang Pandang

Samarinda merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur,  Indonesia serta kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk 825.949 jiwa (2021). Samarinda memiliki wilayah seluas 783 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut. Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Samarinda terkenal dengan perkembangannya yang ekspansif seperti Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Palaran yang keduanya merupakan pelabuhan tersibuk se Kalimantan Timur, serta jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Timur sekitar 800 ribu jiwa.

SMA IT Granada Samarinda

SMA Islam Terpadu Granada Samarinda. SMAI IT Granada terletak di jalan HM. Ardhan KM 03. Kec Samarinda Ulu kel Bukit Pinang. Sekolah kami terletak di dataran tinggi dan hutan yang lebat mengelilinginya. Itulah yang membuat kadar oksigen yang baik dsini dan lingkungan yang tenang dalam belajar di SMA IT Granada.

SMA IT Granada memliki 3 gedung utama yang difungsikan sebagai sarana dan prasarana kegiatan sekolah berupa kantor, perpustakaan, lab komputer, lab IPA, Koperasi, Ruang BK, Asrama, ruang UKS, Koperasi dan Musholah.

SMA IT Granada memiliki visi mewujudkan generasi yang Sholeh berilmu memimpin. Tidak hanya membntuk peserta didiknya dapat berprestasi dalam belajar, tetapi juga intelek dan kuat secara ruhiyah serta memiliki karakter pemimpin yang siap berkontribusi membangun peradaban. Untuk mewujudkan visi besar tersebut, SMA Islam Terpadu Granada memiliki program-program unggulan yang merupakan turunan dari visi tersebut

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sebagai guru tentunya kami memiliki tugas yang tidak mudah dalam rangka mentransfer ilmu serta mendidik generasi penerus bangsa, bukan hanya mendampingi anak untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya namun pada saat bersamaan juga harus memfasilitasi terbentuknya watak yang baik dan kemampuan psikomotorik yang mumpuni sehingga bermamfaat sebagai modal kecakapan hidup (life skill) mereka dimasa yang akan datang. Latar belakang kegiatan praktik ini dilakukan karena ditemukan masalah yaitu metode pembelajaran yang digunakan pendidik masih monoton. Permasalahan tersebut kemudian memunculkan masalah dalam lingkup pendidikan di SMA IT Granada yang kemudian berimbas kepada rendahnya motivasi belajar peserta didik.

Aksi Tindak Lanjut

Langkah – Langkah :

  1. Melakukan diskusi di tingkat kelompok belajar bersama rekan rekan guru, peserta PPG , Dosen dan guru pamong untuk menemukan solusi permasalahan. Dalam diskusi tersebut saya dan teman teman di arahkan untuk memfokuskan titik pemecahan permasalahan yang berbasis pada guru.
  2. Berdasarkan hasil diskusi tersebut , saya kemudian memutuskan untuk mencoba meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model problem base learning. ( PBL )
  3. merencanakan tindak lanjut berupa menyusun RPP dan instrumen-instrumen
  4. Menyiapkan Bahan materi pembelajaran serta Lembar aktivitas
  5. Menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran: infokus, gawai dan laptop.
  6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Proses Kegiatan :

  1. Di pembuka pembelajaran, pendidik dan peserta didik membaca do’a bersama kemudian menyiapkan peserta didik untuk belajar
  2. Pada kegiatan pendahuluan, pendidik melakukan apersepsi kepada peserta didik. Kemudian disampaikan tujuan pembelajaran tersebut.
  3. Pada kegiatan Inti pertanyaan mendasar dalam sintak PBL. Disajikan materi dan video berkenaan dengan masalah terkait materi tersebut
  4. Selanjutnya peserta didik dibentuk kelompok dan berdiskusi berkenaan solusi dari masalah yang ditampilkan di video
  5. Guru memonitoring dan membimbing peserta didik dalam diskusi kelompoknya
  6. Selanjutnya peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelompok lain
  7. Kelompok yang lain memberikan tanggapan atau pertanyaan kepada kelompok yang melakukan presentasi
  8. Terakhir peserta didik bersama guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran hari tersebut.
  9. Penutup.

Refleksi Hasil

  1. Peserta didik sebagian besar lebih aktif dari biasanya. Peserta didik memberikan komentar hasil orientasi masalah, bertanya jawab, memberikan tambahan pendapat, berdiskusi aktif dalam kelompok, memberikan apresiasi dan menunjukan antusias dalam pembelajaran
  2. Masing-masing kelompok berdiskusi aktif dalam merumuskan masalahnya dan menyajikan hasil presentasi yang bagus dan lengkap
  3. Beberapa peserta didik sedikit berbicara dalam kelompok namun mereka aktif dalam menyimak pendapat dari teman sekolompok mereka saat berbicara mengungkapkan pendapatnya.
  4. Guru mengerjakan semua sintak dalam model PBL dengan baik dan sistematis. Guru mengapresiasi dan melakukan umpan balik bagi setiap peserta didik yang berani berbicara dan berpendapat.
  5. Guru mampu membimbing peserta didik dalam kelompok maupun individu dalam pembelajaran dan membimbing peserta didik mengerjakan diskusi
  6. Guru cenderung berperan sebagai fasilitator karena dalam pembelajaran yang terlibat aktif mengksplorasi materi dan masalah adalah peserta didik dalam kelompok.

Dari hasil kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pada motivasi belajar peserta didik yang terlihat pada meningkatkan keaktifan mereka dalam menyelesaikan tugas yang diberikan serta keberanian mereka dalam mengemukakan pendapat baik itu dalam orientasi masalah maupun dalam kelompok. Peserta didik merespon baik dalam pembelajaran menggunakan model PBL ini hal tersebut terlihat dalam respon refleksi diri peserta didik. Salah satu faktor keberhasilan adalah faktor dari guru itu sendiri dalam memilih, merencanakan dan menerapkan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan peserta didik sehingga permasalahan kurangnya motivasi peserta didik dapat terpecahkan. Pembelajaran berbasis masalah ( PBL ) memberikan kesempatan kepada guru untuk memberikan pembelajaran bermakna kepada peserta didik. Sehingga peserta didik kita dapat belajar sesuatu hal baru berdasarkan problem otentik sehari -hari yang diangkat pada saat kegiatan pembelajaran.

Image
Kategori: Granada

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *